Monday, September 2, 2013

Hubungan Antara Perempuan, Menopause, dan Osteoporosis

Hubungan Antara Perempuan, Menopause, dan Osteoporosis
Jika dipikir, adakah hubungan antara perempuan, menopause, dan osteoporosis? Perempuan dan menopause jelas merupakan satu entitas dalam proses alamiah tubuh. Proses ini tak dapat dihindari, setiap perempuan mengalaminya pada tahapan usia berbeda. Secara umum rentang waktu perempuan memasuki masa menopause adalah usia 45-55 tahun.

Menopause merupakan masa dimana hormon estrogen berkurang dan perempuan berhenti mengalami masa menstruasi. Nah, berkurangnya hormon estrogen tersebut menimbulkan berbagai ketidaknyamanan, seperti gejolak panas, insomnia, jantung berdebar, vagina kering, libido menurun, dan lainnya. Dampak jangka panjangnya menyebabkan osteoporosis.

Hormon estrogen berperan penting membantu penyerapan kalsium di tubuh. Kepadatan tulang turun sebanyak 3 persen setelah 12 bulan tidak menstruasi. Kondisi ini sebaiknya tidak hanya diwaspadai ketika menopause telah terjadi, tetapi jauh sebelum usia memasuki masa menopause, mengingat masa transisi menopause dapat terjadi -10 tahun atau lebih sebelumnya.

Perlu digarisbawahi, jika dulu pengeroposan tulang ini identik dengan penyakit kaum lanjut usia, nyatanya kini perempuan usia 40-50 tahun banyak mengalaminya. Secara alamiah, osteoporosis memang lebih banyak menyerang perempuan dibanding laki-laki, yang juga terkait dengan penurunan hormon estrogen pada perempuan.

Pada usia 50 tahun, satu diantara tiga perempuan mengalami osteoporosis. Pada laki-laki satu diantara lima. Pada usia 80 tahun, 70% penderita osteoporosis adalah perempuan (Kompas, 2011).

Namun, bukan hanya penurunan hormon estrogen yang meningkatkan resiko osteoporosis pada perempuan. Perempuan dengan berat badan rendah, gaya hidup tak sehat, dan tulang kecil juga meningkatkan resiko terkena osteoporosis.

Berat badan yang cukup, olahraga teratur, dan paparan sinar matahari yang cukup dapat melindungi tulang dari resiko tulang keropos. Sinar matahari mengaktifkan vitamin D di kulit yang dapat membantu penyerapan kalsium di tulang.

Hindari pula mengkonsumsi alkohol, kafein, minuman bersoda, dan garam berlebihan ataupun merokok. Sebaliknya perbanyak konsumsi makanan dan minuman yang merupakan sumber kalsium seperti susu dan produk turunannya, serta sayuran hijau. Anda juga perlu mengetahui Tanda-Tanda Gejala Menopause Sejak Dini, silahkan baca dan tetap sehat ya.

Hubungan Antara Perempuan, Menopause, dan Osteoporosis Rating: 4.5 Diposkan Oleh: SAI

0 comments:

Post a Comment